Waqaf adalah: Contoh Bacaan Waqaf dan Cara Mewaqafkan Bacaannya

Pada bab ini, admin akan menerangkan tentang cara waqaf yang baik dan benar dalam ilmu tajwid. Mengenal pengertian waqaf dan cara membaca waqaf dalam al quran disertai contoh bacaan waqaf.

Pada saat membaca al quran dan nafas tidak sampai pada ayat atau lafal terakhir lebih baik berhenti diakhir lafal. Karena jika dipaksakan akan membuat bacaan yang dibaca kurang sempurna dan bisa pula makna lafal tersebut juga tidak sempurna.

Maka dalam ilmu tajwid ada istilah waqaf. Nah, apa itu waqaf ? Waqaf adalah berhenti sejenak atau putus bunyi suara atau berganti nafas. Tempat waqaf itu berada diakhir kata atau lafal.

Baca Juga: Macam dan Tanda Waqaf dalam Al Qur’an

Keadaan huruf akhir kata atau lafal ketika hendak diwaqofkan/berhenti ada delapan yaitu:

Lafal yang berakhir dengan huruf yang bersukun

Cara membacanya harus dibunyikan mati dengan terang menurut bacaan yang semestinya, apakah qolqolah atau tidak dan seterusnya.

Contohnya : 

لِرَبِّكَ وَانْحَرْ – مِنَ الثَّمَرٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ – مِنْ رَّبِّهِمْ – فَحَدِّثْ

Lafal yang berkaitan dengan huruf berharakat Fathah (  ـَ  ), Dhommah (  ـُ  ), dan Kasrah (  ـِ  )

Membacanya harus disukunkan terlebih dahulu, kemudian dibaca mati/sukun dengan terang. Menurut masing – masing bacaan huruf, misalnya :

اِذَاوَقَبَ  dibaca  اِذَاوَقَبْ

وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمُ  dibaca وَظَلَّلْنَا عَلَيْكُمْ

مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ  dibaca  مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرْ

مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖۚ  dibaca  مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهْ

Lafal yang berkaitan dengan huruf yang berharakat Dhommahtain (  ـٌ  ), dan Kasrahtain (  ـٍ  )

Membacanya yaitu sama dengan cara diatas yaitu disukunkan terlebih dahulu, kemudian dibaca mati/sukun dengan jelas atau terang. Pada poin ini contoh bacaan pada masing masing lafal yaitu :

عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرٌ  dibaca  عَلَى رَجْعِهِ لَقَادِرْ

وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدٍ  dibaca  وَمَا يُعَلِّمٰنِ مِنْ اَحَدْ

Lafal yang berkaitan dengan Ta’marbuthoh (  ىة , ة )

Yaitu cara membacanya harus diubah menjadi ha’ sukun/mati (  ه, ىه ), dalam contoh bacaan ini yaitu :

دِيْنُ الْقَيِّمَةِ  dibaca  دِيْنُ الْقَيِّمَهْ

مَاالْحُطَمَةُ  dibaca  مَاالْحُطَمَهْ

كُتُبٌ قَيِّمَةٌ  dibaca  كُتُبٌ قَيِّمَهْ

وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَةً  dibaca  وَاللّٰهُ يَعِدُكُمْ مَّغْفِرَهْ

وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ نَّفَقَةٍ  dibaca  وَمَآ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ نَّفَقَهْ

Lafal yang terakhir berharakat sukun atau mati

Dan huruf sebelumnya juga berharakat sukun atau mati, dan apabila diwaqafkan atau berhenti maka terdapat dua huruf mati atau sukun. Cara membacanya yaitu sepenuhnya membunyikan setengah huruf yang terakhir dengan suara pendek, contohnya :

وَالْفَتْحُ  dibaca  وَالْفَتْحْ  atau dibaca  وَالْفَتْحُ pada huruf kho’ dibaca setengah suara

الْفَجْرِ  dibaca  الْفَجْرْ  atau dibaca الْفَجْرِ  pada huruf ro’ dibaca setengah suara

ذَاتِ الرَّجْعِ  dibaca  ذَاتِ الرَّجْعْ  atau dibaca  ذَاتِ الرَّجْعِ  pada huruf a’in dibaca setengah suara

بِالْهَزْلِ  dibaca  بِالْهَزْلْ  atau dibaca  بِالْهَزْلِ  pada huruf lam  dibaca setengah suara

Lafal yang berakhiran dengan huruf yang didahului Mad atau Mad Lin.

Membacanya yaitu dengan cara mematikan huruf terakhir dan dibaca panjang seperti Mad ‘Arid Lissukun yaitu 1 alif atau 2 harokat, 4 harokat ataupun 6 harokat. Contohnya :

هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ  dibaca  هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنْ

رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ  dibaca  رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنْ

مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ  dibaca  مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرْ

سَبْعَ سَمٰوٰتٍ  dibaca  سَبْعَ سَمٰوٰتْ

ذٰلِكُمْ خَيْرٌ  dibaca  ذٰلِكُمْ خَيْرْ

Lafal yang berakhiran dengan huruf yang berharokat fathahtain

Membacanya yaitu dengan cara membunyikan lafal menjadi fathah yang dibaca panjang dua harokat dan berubah menjadi Mad Iwad, Misalnya :

وَعَمِلَ صَالِحًا  dibaca  وَعَمِلَ صَالِحَا

ثَمَنًا قَلِيْلًا  dibaca  ثَمَنًا قَلِيْلَا

وَلَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدًا   dibaca وَلَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدَا

Lafal yang berakhir dengan huruf yang bertasydid

Membacanya yaitu dengan cara membunyikan huruf dengan ditekan kedalam, contohnya :

وَاِنَّهٗ لَلْحَقُّ  dibaca وَاِنَّهٗ لَلْحَقّْ

مِنْهُنَّ  dibaca  مِنْهُنّْ

Demikianlah ulasan mengenai cara mewaqafkan lafal diakhir kata atau ayat yang dapat admin bagikan. Mudah – mudahan dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda tentang belajar ilmu tajwid yaitu bacaan waqaf. Akhir kata sekian dan terimakasih.