Waqaf adalah: Arti, Macam dan Tanda Waqaf dalam Al Quran

Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulillah pada kesempatan kali ini kita masih diberi kesehatan jasmani dan rohani oleh Allah SWT, dan untuk itu kita gunakan untuk melakukan amal dan perbuatan yang bermanfaat terhadap diri sendiri dan sesama manusia.

Pada postingan ini mimin akan membagikan artikel pembelajaran mengenai ilmu tajwid yaitu tentang tanda waqaf. Didalam Al Qur’an banyak sekali macam macam tanda waqaf yang perlu dimengerti.

Membaca Al Qur’an dengan baik dan benar salah satunya adalah harus mengerti bagaimana cara berhenti yang benar ditengah ayat atau diakhir ayat. Nah, didalam Al Qur’an terdapat banyak sekali tanda untuk berhenti pada lafal atau ayat, tanda berhenti itu sendiri disebut juga dengan tanda baca waqaf.

Selain tanda waqaf didalam Al Qur’an juga terdapat tanda washal yang akan mimin bahas dalam artikel ini. Baiklah langsung saja berikut ulasan mengenai tanda waqaf dan washal disertai contoh bacaan dan cara membacanya dalam ilmu tajwid.

Baca Juga:

Pengertian Waqaf dan Washal

Waqaf ( الوَقْفُ ) berasal dari bahasa arab yaitu dari kata ( الكَفُّ ) yang berarti berhenti, diam atau menahan. Sedangkan menurut ilmu tajwid (istilah) pengertian waqaf adalah berhenti sejenak setelah membaca lafal atau kalimat yang terdapat tanda waqaf, kemudian mengambil nafas dan melanjutkan lafal atau ayat berikutnya.

Berbeda dengan washal ( الوَصْلُ ), washal sendiri berasal dari bahasa arab yaitu dari kata  ( وَصَلَ ) yang artinya saling menyambung. Sedangkan dalam ilmu tajwid pengertian washal adalah tidak boleh berhenti, kecuali jika bawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqaf secara mutlak, maka boleh berhenti tanpa diulangi lagi.

Macam – Macam Waqaf

Didalam ilmu tajwid waqaf atau istilah untuk berhenti pada lafal, memiliki 8 macam atau pembagian, yaitu:

Waqaf Taamوَقَفْ تام )

Menurut bahasa arti waqaf taam adalah berhenti yang sempurna. Sedangkan arti waqaf taam menurut istilah adalah berhenti dengan cara yang sempurna yaitu tidak memutuskan kalimat atau bacaan ditengah – tengah ayat.

Waqaf Taam yang dikemukakan oleh Syeikh Sulaiman Jamzuri bahwa waqaf taam tidak saling berkaitan antara ayat sebelum dan sesudahnya. Maksudnya ayat sebelumnya bermakna sempurna karena tidak berhenti ditengah ayat dan diteruskan dengan makna ayat selanjutnya.

Bacaan waqaf taam biasanya ada pada akhir ayat, contohnya:

وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَۗ

Waqaf Hasanوَقَفْ ﺣﺴﻦ )

Menurut bahasa arti waqaf hasan adalah berhenti yang baik. Sedangkan menurut istilah arti waqaf hasan adalah cara waqaf (berhenti) ditengah ayat pada lafal yang masih berkaitan dengan lafal selanjutnya dan berhentinya pada lafal yang memiliki makna yang sempurna.

Bacaan waqaf hasan, contohnya :

وَادْعُوْا شُهَدَاۤءَكُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ

Cara mewaqafkannya yaitu berhenti pada lafal ( شُهَدَاۤءَكُمْ ) kemudian bacaannya diulang dan diteruskan kembali.

Waqaf Kaaf  ( وَقَفْ ﻛَﺎﻒ )

Menurut bahasa arti waqaf kaaf adalah berhenti yang cukup. Sedangkan menurut istilah arti waqaf kaaf adalah cara waqaf atau berhenti ditengah ayat pada lafal yang memiliki makna yang tidak berkaitan dengan lafal selanjutnya dan saat berhentinya pada lafal yang memiliki makna yang sempurna.

Bacaan waqaf kaaf, contohnya :

وَلَنْ تَفْعَلُوْا فَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْ وَقُوْدُهَا

Cara mewaqafkan yaitu berhenti pada lafal فَاتَّقُوا النَّارَ , dan tidak diteruskan pada lafal الَّتِيْ وَقُوْدُهَا , waqaf ini dinamakan waqaf kaafi.

Waqaf Shahih

Menurut bahasa arti waqaf shahih adalah berhenti yang patut. Sedangkan menurut istilah arti waqaf shahih adalah cara waqaf atau berhenti yang diperbolehkan, yaitu berhenti pada lafal yang akan menjelaskan lafal berikutnya.

Bacaan waqaf shahih, contohnya :

وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا

Cara mewaqafkannya yaitu berhenti pada lafal  وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ .

Waqaf Mafhum

Menurut bahasa arti waqaf mafhum adalah berhenti yang dapat dipahami. Sedangkan menurut istilah arti waqaf mafhum adalah cara waqaf atau berhenti pada lafal yang pantas diwaqafkan karena pada lafal tersebut baik untuk dijadikan bacaan awal.

Bacaan waqaf mafhum, contohnya :

هٰذِهِ الْقَرْيَةَ فَكُلُوْا مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ

Berhentinya pada lafal فَكُلُوْا مِنْهَا.

Waqaf Jaiz

Menurut bahasa arti waqaf jaiz adalah berhenti yang diperbolehkan. Sedangkan dalam istilah arti waqaf jaiz adalah cara berhenti atau waqaf dengan memilih lafal yang diperbolehkan. Artinya pada lafal yang dipilih tidak harus waqaf atau washal karena kedua-duanya sama saja dan tidak ada yang lebih baik. Waqaf jaiz dapat dilakukan bagi pembaca yang bernafas pendek, karena itu lebih baik.

Bacaan waqaf jaiz, contohnya :

فِيْ قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ

Waqafnya yaitu pada lafal قُلُوْبِهِمُ الْعِجْلَ

Waqaf Bayan

Menurut bahasa arti waqaf bayan adalah berhenti yang jelas. Sedangkan menurut istilah arti waqaf bayan adalah cara waqaf atau berhenti yang tidak seharusnya atau tidak selayaknya untuk berhenti. Karena pada lafal yang akan dibaca tidak dapat dipahami pada arti selanjutnya dan lebih baik diwashalkan saja.

Bacaan waqaf bayan, contohnya :

إِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ اَّلذِىْ خَلَقَ

Berhentinya pada lafal إِقْرَأْ.

Waqaf Qabih

Menurut bahasa arti waqaf qabih adalah berhenti yang buruk. Sedangkan menurut istilah arti waqaf qabih adalah cara berhenti atau waqaf yang jelek atau buruk, tidak boleh diwaqafkan karena mengingat lafal tersebut belum sempurna untuk diwaqafkan, baik lafal maupun artinya.

Bacaan waqaf qabih, contohnya :

ذَالِكَ اْلكِتَابُ لَارَيْبَ فِيْهِ

Waqaf pada lafal ذَالِكَ اْلكِتَابُ

Tanda-Tanda Waqaf dalam Al Quran

Berikut adalah tanda waqaf yang terdapat didalam Al Qur’an, yaitu:

Waqaf Lazim ( م )

Harus berhenti pada lafal yang terdapat tanda tersebut.
Contohnya :

اِنَّكَ اِذًا لَّمِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۘ

Waqaf Muthlaq ( ط )

Lebih baik berhenti pada lafal yang terdapat tanda tersebut, daripada disambung dengan lafal berikutnya.
Contohnya :

مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ ؕ

Waqaf Jaiz ( ج )

Boleh berhenti pada lafal yang terdapat tanda tersebut dan boleh juga disambung dengan kata berikutnya.
Contohnya :

وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ۚ

Waqaf Mujawwas ( ز )

Boleh berhenti pada lafal yang terdapat tanda tersebut, akan tetapi jika disambung dengan kata berikutnya akan lebih baik.

 

Waqaf Murokh-khosh ( ص )

Diberi kebebasan berhenti pada lafal yang terdapat tanda tersebut karena darurat, yang disebabkan oleh panjangnya ayat atau kehabisan nafas.

Waqaf Mustahab ( قف )

Sebaiknya berhenti, tetapi tidaklah salah bila disambung dengan lafal berikutnya.

Washal (‘adamul waqf) ( لا )

Larangan berhenti, kecuali jika dibawahnya terdapat tanda awal ayat yang membolehkan waqaf secara muthlaq, maka boleh berhenti tanpa diulang lagi.
Contohnya :

رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۙ

Waqaf Mustahabwaslah ( صلى )

Lebih baik disambung atau washal.
Contohnya :

اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ اشْتَرَوُا الضَّلٰلَةَ بِالْهُدٰىۖۖ

Waqaf Mu’anaqah ( .’.   .….    .’. )

Boleh berhenti pada salah satu yang ada tanda tersebut diatasnya.
Contohnya :

ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ

Waqaf Aulaa ( قلى )

Lebih baik menerukan lafal atau bacaan daripada berhenti.
Contohnya :

خَتَمَ اللّٰهُ عَلٰى قُلُوْبِهِمْ وَعَلٰى سَمْعِهِمْ ۗ

Waqaf Sima’ie ( سـ )

Yaitu tempat waqaf Nabi, Waqaf Ghufron dan Waqaf Munzal (waqaf jibril).
Contohnya :

وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ؔ

Waqaf Kaf ( ك )

Suatu tanda untuk menerangkan hukum waqafnya, seperti hukum waqaf yang sesudahnya.

Saktah ( سكته  /  س )

Tanda berhenti sejenak tanpa mengeluarkan nafas (tidak bernafas).
Contohnya :

  وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜ۝۱ قَيِّمًا

Ruku’ ( ء )

Tanda pembagian berhenti setiap hari untuk orang yang ingin menghafal Al Quran dalam jangka dua tahun.

Demikianlah postingan mimin kali ini, mudah – mudahan dengan adanya artikel mengenai pengertian waqaf beserta macam dan tanda waqaf dalam Al Quran dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita. Akhir kata sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.