Bacaan Gharib: Saktah, Imalah, Isymam, Tashil dan Naql

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Terimakasih telah berkunjung ke lafalquran.com. Bagaimana kabar teman-teman sekarang? semoga sehat selalu dan murah rejekinya ya. Aamiin.

Pada kesempatan kali ini, mimin akan membahas bab tajwid mengenai bacaan gharib, yaitu meliputi apa itu bacaan gharib? macam-macam bacaan gharib dalam Al Quran dan masing-masing contohnya.

Baca Juga:

Bacaan Gharib

Gharib adalah ilmu tajwid yang mempelajari bacaan yang ada dalam Al Quran yang jarang dilafalkan dan hanya ada sedikit didalam Al Quran. Gharib berasal dari kata gharaba yang berarti “jauh” dan menurut ulama kata gharib memiliki makna “ungkapan yang tidak jelas atau samar”.

Didalam Al Quran bacaan gharib terbagi menjadi 5 jenis diantaranya yaitu bacaan saktah, bacaan imalah, bacaan isymam, bacaan tashil dan bacaan naql. Berikut lima jenis bacaan gharib beserta masing-masing contohnya.

Bacaan Saktah

Saktah berasal dari bahasa arab ( سكت – يسكت –سكوتا ) yang berarti diam atau berhenti, juga dapat diartikan menahan. Sedangkan menurut istilah pengertian saktah adalah berhenti sejenak sebelum membaca lafal berikutnya dan menahan nafas sekitar 1 alif atau 2 harakat.

Di Al Quran tanda saktah terletak di atas lafal dengan tanda baca ( سكتة ) atau ( س ). Di dalam Al Quran bacaan saktah ada 4 tempat yaitu diantaranya:

1. Surah Al Muthaffifin ayat 14

كَلَّا بَلْ ۜرَانَ

2. Surah Al Qiyamah ayat 27

وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ

3. Surah Yasin ayat 52

 مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا

4. Surah Al Kahfi ayat 1

عِوَجًا ۜ (١) قَيِّمًا

Untuk lebih jelasnya mengenai cara membaca bacaan saktah dapat teman-teman klik link berikut ini: Saktah: Arti, Contoh Waqaf Saktah dan Cara Membaca Bacaan Saktah.

Bacaan Imalah

Imalah berasal dari bahasa arab ( الْإِِمَالَةُ ) yang berarti miring atau bengkok. Sedangkan menurut istilah pengertian imalah adalah memiringkan bunyi harakat fathah ke arah bunyi harakat kasrah atau membengkokkan huruf Alif ke huruf Ya’.

Bacaan imalah di Al Quran ditandai dengan tanda baca (امالة) yang terletak dibawah huruf Ra’. Dalam Al Quran bacaan imalah hanya terdapat 1 tempat, yaitu pada Surah Hud ayat 41.

وَقَالَ ارْكَبُوْا فِيْهَا بِسْمِ اللّٰهِ مَجْرٰ۪ىهَا وَمُرْسٰىهَا ۗاِنَّ رَبِّيْ لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Artinya: “Dan dia berkata, ”Naiklah kamu semua ke dalamnya (kapal) dengan (menyebut) nama Allah pada waktu berlayar dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Pada ayat diatas bacaan imalah terdapat pada lafal مَجْرٰ۪ىهَا yaitu wajib dibaca “Majreehaa” tidak boleh dibaca “Majroohaa”, yaitu harus memiringkan fathah pada huruf Ra’ (ر) ke arah kasrah yang berbunyi menjadi huruf “RE” atau dibaca Ra’ Tarqiq (tipis).

Lafal مَجْرٰ۪ىهَا dibaca imalah karena sebagai perbedaan antara bacaan Majroohaa yang artinya “berjalan didarat” dengan bacaan Majreehaa yang artinya “berjalan dilaut”. Pada dasarnya lafal مَجْرٰ۪ىهَا berasal dari kata ﺟَﺮٰﻯ yang artinya berjalan atau mengalir.

Bacaan Isymam

Isymam ( اشمام ) menurut bahasa artinya mencucu atau monyong. Sedangkan menurut istilah pengertian isymam adalah menggabungkan atau mencampurkan bacaan harakat fathah ( ـَ ) dengan bacaan harakat dhommah ( ـُ ) disertai memoncongkan kedua bibir tanpa suara atau hanya sebagai isyarat.

Bacaan isymam dalam Al Quran ditandai dengan tanda baca ( اشمام ) yang terletak dibawah lafal تَأْمَنَّ۫ا yang hanya ada 1 tempat, yaitu terdapat pada Surah Yusuf ayat 11.

قَالُوْا يٰٓاَبَانَا مَالَكَ لَا تَأْمَنَّ۫ا عَلٰى يُوْسُفَ وَاِنَّا لَهٗ لَنَاصِحُوْنَ

Artinya: Mereka berkata, “Wahai ayah kami! Mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami semua menginginkan kebaikan baginya.”

Cara membaca lafal تَأْمَنَّ۫ا pada ayat tersebut yaitu dengan menguraikan nun tasydid ( نّ ) menjadi dua nun, pertama Nun Sukun dan yang kedua Nun Fathah sehingga seperti ( لَا تَأْمَنْنَا ) tempat memonyongkan bibir yaitu pada Nun Sukun.

Nun pertama merupakan tempat bacaan isymam yang dibaca dengan memoncongkan kedua bibir yaitu hanya sebagai isyarat saja dan tetap dibaca dengung (Idgham Bigunnah) kemudian menarik kembali bibir yang mencucu tersebut diikuti membaca nun yang kedua. Lebih jelasnya simak video berikut ini.

Bacaan Tashil

Tashil ( تسهيل ) berasal dari kata bahasa arab سَهُلَ yang berarti mudah atau ringan. Sedangkan menurut istilah pengertian tashil adalah meringankan dua huruf hamzah yang berurutan menjadi satu yang bertujuan untuk memudahkan dalam melafalkan bacaan tashil.

Bacaan tashil dalam Al Quran ditandai dengan tanda baca ( تسهيل ) yang berada dibawah lafal pada Mushaf Indonesia dan tanda baca bulat pelat diatas lafal pada Mushaf Madinah. Bacaan tashil hanya ada 1 tempat yaitu pada Surah Fushilat ayat 44.

وَلَوْ جَعَلْنٰهُ قُرْاٰنًا اَعْجَمِيًّا لَّقَالُوْا لَوْلَا فُصِّلَتْ اٰيٰتُهٗ ۗ ءَاَ۬عْجَمِيٌّ وَّعَرَبِيٌّ

Artinya: “Dan sekiranya Al-Qur’an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab niscaya mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah patut (Al-Qur’an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul), orang Arab?”

Pada ayat diatas bacaan tashil terdapat pada lafal ءَاَ۬عْجَمِيٌّ yaitu cara membacanya dengan membunyikan diantara huruf alif ( ا ) dengan huruf hamzah ( ء ) atau samar-samar.

Dua hamzah qatha’ pada bacaan tashil menyulitkan orang Arab dalam pelafalannya, sehingga adanya bacaan gharib tashil dapat memudahkan orang Arab membaca bacaan tashil. Lebih jelasnya cara membaca bacaan tashil simak video dibawah ini.

Bacaan Naql

Naql berasal dari kata ( نَقَلَ ) yang berarti memindahkan. Sedangkan menurut istilah pengertian naql adalah memindahkan harakat pada huruf yang hidup ke harakat huruf yang mati sebelumnya.

Bacaan naql dalam Al Quran hanya ada 1 tempat, yaitu terdapat pada Surah Al Hujurat ayat 11.

بِئْسَ الِْاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ

Pada ayat diatas bacaan naql terdapat pada lafal بِئْسَ الِْاسْمُ “bi’sal ismu” yaitu cara membacanya memindahkan harakat fathah pada alif ke huruf lam sukun, sehingga menjadi lafal بِئْسَ لِسْمُ “bi’sa lismu”.

Demikian pembahasan tajwid kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Kurang lebihnya mohon maaf. Akhir kata sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.