Mad Thobi’i: Pengertian, Huruf, Hukum Bacaan, Panjang dan Contohnya

Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Selamat datang di lafalquran.com. Bagaimana kabar sahabat lafalquran hari ini ? semoga sehat selalu dan murah rejekinya ya. Aamiin.

Pada kesempatan kali ini perkenankan mimin untuk mengulas bab tanjwid tentang mad thabi’i termasuk pengertian, hukum bacaan, huruf – hurufnya, panjang mad thobi’i, contoh bacaan dan cara membacanya.

Baca Juga:

Pengertian Mad Thobi’i ( مَدْ طَبِيْعِى )

Mad menurut bahasa artinya adalah panjang, sedangkan thobi’i menurut bahasa artinya adalah biasa, .alami atau asli. Yang biasanya disebut sebagai bacaan mad asli. Panjang mad thobi’i adalah 1 alif atau 2 harakat/ketukan.

Mad thabi’i merupakan materi dasar dalam ilmu tajwid, karena sebelum masuk ke materi yang lain kita harus benar – benar menguasai bacaan mad thobi’i.

Karena ada banyak sekali bacaan mad thobi’i dalam Al Quran daripada bacaan mad yang lain, maka pahamilah dengan seksama dalam materi ini, agar dalam membaca Al Quran nantinya lancar dan benar.

Huruf Mad Thobi’i ( مَدْ طَبِيْعِى )

Huruf – huruf mad thobi’i yaitu ada tiga, diantaranya :

  1. Huruf Alif ( ا )
  2. Huruf Ya’ sukun ( يْ )
  3. Huruf Wawu sukun ( وْ )

Huruf tersebut disebut juga sebagai huruf MAD.

Hukum Bacaan Mad Thobi’i ( مَدْ طَبِيْعِى )

Hukum bacaan mad thobi’i adalah apabila ada huruf yang dipanjangkan bunyi suaranya, yaitu berupa :

  1. Huruf yang berharakat dhommah ( ـُ ) sesudahnya bertemu huruf wawu sukun ( وْ )
  2. Huruf yang berharakat kasrah ( ـِ ) sesudahnya bertemu huruf ya’ sukun ( يْ )
  3. Huruf yang berharakat fathah ( ـَ ) sesudahnya bertemu huruf alif ( ا )

Contoh Hukum Bacaan Mad Thobi’i ( مَدْ طَبِيْعِى )

Berikut adalah contoh bacaan mad thobi’i, diantaranya :

Huruf Bacaan Dibaca
ـِ sesudah يْ الرَّحِيْمِ Arrahiim
ـُ sesudah وْ يُؤْمِنُوْنَ Yu’minuuna
ـَ sesudah ا اِنَّمَا Innamaa

Contoh Hukum Bacaan Mad Thobi’i dalam Al Quran

Berikut adalah contoh hukum bacaan mad thobi’i pada Al Quran yang terdapat pada surat Al Fatihah ayat 1 – 7.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ ١ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ٢ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِۙ ٣ مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِۗ ٤ اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُۗ ٥ اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ ۙ ٦ صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ەۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ٧

Keterangan: Hukum bacaan mad thobi’i pada surat Al Fatihah terdapat pada huruf yang tercetak tebal. Namun apabila waqaf diakhir ayat hukum bacaannya berubah menjadi Mad Arid Lissukun.

Tambahan:

Huruf yang berharakat fathah, kasrah dan dhommah ( ـٰ , ـٗ , ـٖ ) pada huruf hijaiyyah selain Ha’ dhomir ( ىه ) dibaca mad thobi’i dengan panjang 1 alif atau 2 harakat. Contoh bacaanya.

BacaanDibaca
الْعٰلَمِيْنَAl ‘Aalamiina
الرَّحْمٰنِ Ar Rahmaani
ذٰلِكَ Dzaalika

Apabila terdapat Ha’ Dhomir ( ىه ) berharakat tersebut maka hukum bacaannya bukan Mad Thobi’i melainkan Mad Shilah Qashirah.

Demikian materi tentang tajwid mad thabi’i dalam pembahasan kali ini. Mudah-mudahan bermanfaat untuk kita semua. Kurang lebihnya mimin mohon maaf. Akhir kata sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.