Hukum Nun Mati dan Tanwin Penjelasan Lengkap

Assamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Selamat datang di lafalquran.com. Pada kesempatan kali ini mimin akan menerangkan bab tentang hukum nun mati dan tanwin.

Menjelaskan hukum bacaan nun sukun atau tanwin secara lengkap serta akan menerangkan beberapa hukum bacaan tajwid yang ada pada hukum nun mati yaitu termasuk hukum izhar, hukum idgham bighunnah, hukum idgham bilaghunnah, hukum ikhfa, dan hukum iqlab beserta contoh bacaannya.

Baiklah langsung saja, berikut penjelasan hukum nun mati dan tanwin disertai beberapa contoh bacaanya.

Baca Juga: Hukum Mim Mati atau Sukun

Pengertian Nun Mati dan Tanwin

Nun mati (sukun) adalah huruf nun ( ن ) yang ditandai atau berharakat sukun ( نْ ), nun mati dalam rangkaian ىنْ ﻨْ ﻦْ. sedangkan,

Tanwin adalah suara nun sukun ( bukan suara nun sukun tetapi bunyi suara nun sukun ) yang terdapat diakhir kata benda ( اسم ). Tanwin merupakan tanda harakat rangkap umpamanya :

  1. Suara An ditandai dengan Fathahtain ـً
  2. Suara In ditandai dengan Kasrahtain ـٍ
  3. Suara Un ditandai dengan Dhommahtain ـٌ

Hukum nun mati dan tanwin dalam ilmu tajwid ada 4, yaitu:

  1. Izhar
  2. Idgham
  3. Iqlab
  4. Ikhfa

Izhar ( اِظْهَارْ )

Izhar menurut bahasa artinya adalah jelas, terang, atau tampak. Sedangkan menurut istilah izhar artinya adalah mengeluarkan bunyi lafal atau huruf tanpa dengung. Dalam ilmu tajwid pembagian hukum izhar ada 4, namun dalam hukum nun mati atau sukun ada 2, yaitu:

  1. Izhar Halqi ( اِظْهَارْ حَلْقِي )
  2. Izhar Wajib ( اِظْهَارْ وَاجِبْ)

Izhar Halqi ( اِظْهَارْ حَلْقِي)

Izhar dalam bahasa artinya adalah jelas atau terang, sedangkan halqi menurut bahasa artinya adalah tenggorokan. Menurut istilah izhar halqi artinya adalah membaca lafal atau huruf dengan bunyi atau suara yang jelas tanpa didengungkan.

Hukum izhar halqi adalah apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu huruf halqi. Adapun huruf huruf halqi sebanyak 6 huruf yaitu Hamzah ( ء ), Haa’ ( ه ), ‘Ain ( ع ), Ghain ( غ ), Khaa’ ( ح ), Khoo’ ( خ ).

Huruf huruf ini disebut halqi karena makhorijul ( tempat keluarnya suara huruf ) tersebut adalah di kerongkongan.

Cara membaca Nun Sukun atau Tanwin yang sedemikian itu harus terang, jelas dan pendek, bunyi suaranya tetap jelas, tidak samar dan tidak mendengung.

Sebagai misal Nun Sukun ( نْ ) bertemu Hamzah ( ء : اِنْ أَنَا ) harus dibaca IN ANA, tidak boleh dibaca INN ( mendengung ) ANA.

Misal Fathahtain ( ـً ) bertemu Hamzah ( ء : كُفُوًااَحَدْ ) harus dibaca KUFUWAN AHAD tidak boleh dibaca KUFUWANN ( mendengung ) AHAD. Contoh – contoh bacaan izhar halqi yang lain:

Nun Mati ( نْ ) bertemu huruf Halqi
  1. Nun Mati ( نْ ) bertemu Hamzah : مَنْ أَعْطَى
  2. Nun Mati ( نْ ) bertemu Haa’ : يَنْهَى
  3. Nun Mati ( نْ ) bertemu ‘Ain : مِنْ عَلَقِ
  4. Nun Mati ( نْ ) bertemu Ghain : مِنْ غِلٍّ
  5. Nun Mati ( نْ ) bertemu Khaa’ : يَنْحِتُوْنَ
  6. Nun Mati ( نْ ) bertemu Khoo’ : مِنْ خَوْفٍ
Tanwin ( ـً ) bertemu huruf Halqi
  1. Kasrahtain ( ـٍ ) bertemu Hamzah : حَاسِدٍ اِذَا
  2. Dhommahtain ( ـٌ ) bertemu Haa’ : سَلَامٌ هِيَ
  3. Fathahtain ( ـً ) bertemu ‘Ain : جَنَّةٍ عَالِيَةِ
  4. Dhommahtain ( ـٌ ) bertemu Ghain : اَجْرٌ غَيْرُ مَمنُوْنٍ
  5. Fathahtain ( ـً ) bertemu Khaa’ : عَطَآءً حِسَابًا
  6. Kasrahtain ( ـٍ ) bertemu Khoo’ : دَرَّةٍ خَيْرًا

Huruf huruf izhar enam diatas terhimpun dipermulaan kata pada syair:

أَخِى – هَاكَ – عِلْمًا – حَازَهُ – غَيْرُ – خَاسِرٍ

Izhar Wajib ( اِظْهَارْ وَاجِبْ )

Hukum izhar wajib adalah apabila Nun Mati atau Tanwin bertemu dengan salah satu huruf hijaiyah yaitu Yaa’ ( ي ), Nun ( ن ), Mim ( م ), dan Wawu ( و ) dalam satu lafal atau kalimah, maka membacanya adalah tidak disuarakan dengan mendungung, tetapi wajib dibaca dengan jelas atau terang. Bandingkan dua contoh dibawah ini untuk lebih jelasnya.

Masing – masing terdapat Nun Mati ( نْ ) bertemu Wau ( و )

  1. اِنْ وَحَبَتْ terdiri dari dua kalimah, harus dibaca IUWWAHABAT, tidak boleh dibaca IN-WAHABAT, sebab Nun diighamkan pada Wawu.
  2. قِنْوَانٌ terdiri dari satu kalimah, harus dibaca QIN-WANUN dengan terang dan jelas, tidak boleh dibaca QIUWWANUN, sebab Nun Wajib diizharkan, karena Nun Mati ( نْ ) dan Wau ( و ) terdapat dalam satu kalimah.
Contoh hukum bacaan izhar wajib

Berikut adalah contoh hukum bacaan izhar wajib yang terdapat dalam Al Quran yaitu:

بُنْيَانٌ , اَدُّنْيَا , قِنْوَانٌ, dan صِنْوَانٌ

Idgham ( أِدْغَامْ )

Idgham menurut bahasa artinya adalah memasukkan atau mentasydidkan. Sedangkan menurut istilah idgham artinya adalah mengeluarkan bunyi atau suara dengan cara memasukkan atau mentasydidkan lafal atau bacaan. Dalam ilmu tajwid pembagian hukum idgham ada 2, yaitu:

  1. Idgham Bighunnah ( أِدْغَامْ بِغُنَّة )
  2. Idgham Bilaghunnah ( أِدْغَامْ بِلاَغُنَّةْ )

Idgham Bighunnah ( أِدْغَامْ بِغُنَّة )

Idgham Bighunnah menurut istilah adalah memasukkan atau mentasydidkan bacaan dengan mendengung. Dalam bahasa arti bighunnah adalah dengan mendengung.

Hukum idgham bighunnah adalah apabila Nun Mati atau Tanwin bertemu salah satu huruf empat yaitu Yaa’ ( ي ), Nun ( ن ), Mim ( م ), dan Wawu ( و ) dalam dua kata atau lafal.

Misal pada bacaan Nun Mati

Nun mati atau tanwin itu dimasukkan menjadi satu dengan huruf sesudahnya atau ditasydidkannya dan dengan mendengung. Sebagai misal huruf Nun Mati ( نْ ) bertemu Yaa’ ( ي ) .

لَنْ يَقُوْلَ ini terdiri dari dua kata, yaitu لَنْ dan يَقُوْلَ membacanya harus LAYYAQUULA, tidak boleh dibaca LAN YAQUULA, sebab nun mati sudah dimasukkan menjadi satu dengan huruf Yaa’ sesudahnya.

Misal pada bacaan Tanwin

Misal pada bacaan Fathahtain ( ـً ) bertemu huruf Yaa’ : كِتَابًا يَلْقَاهُ ini pun terdiri dari dua kata atau lafal yaitu كِتَابًا dan يَلْقَاهُ , membacanya harus KITAABAYYALQOOHU, tidak boleh dibaca KITAABAN YALQOOHU.

Satu lagi contoh مِنْ مَالٍ , tidak boleh dibaca MIN MAALIN , tetapi wajib dibaca MIMMAALIN, sebab Nun mati bertemu Mim dan sudah diidghamkan pada huruf Mim, dan seterusnya. Contoh Bacaan Idgham Bighunnah dalam Al Quran, antara lain:

Nun Mati Bertemu Huruf Idgham Bighunnah
Nun Mati Bertemu Huruf Idgham Contoh Bacaan
نْ  bertemu ي مَنْ يَعْمَلْ
نْ  bertemu ن مِنْ نِعْمَةٍ
نْ  bertemu م مِنْ مَسَدٍ
نْ   bertemu و مِنْ وَرآئِهِمْ
Tanwin Bertemu Huruf Idgham Bighunnah
Tanwin Bertemu Huruf Idgham Contoh Bacaan
ـٍ  bertemu ي يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ
ـٌ  bertemu ن عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ
ـٍ  bertemu م بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيْلٍ
ـً  bertemu و مَالًا وَّعَدَّدَهْ

Idgham Bilaghunnah ( أِدْغَامْ بِلاَغُنَّةْ )

Idgham Bilaghunnah menurut istilah adalah memasukkan atau mentasydidkan bacaan tanpa mendengung. Menurut bahasa bilaghunnah artinya adalah dengan tidak mendengung.

Hukum Idgham Bilaghunnah adalah apabila Nun Mati atau Tanwin bertemu Lam ( ل ) dan Roo’ ( ر ). Cara membaca mengidghamkan Nun Mati dan Tanwin pada Lam dan Ro’, tetapi tanpa mendengung.

Contoh Nun Mati ( نْ ) bertemu Lam ( ل )

اِنْ لَمْ تَفْعَلْ dibaca ILLAM TAF’AL, tidak boleh dibaca IN-LAM TAF’AL, bunyi Nun Mati menjadi satu dengan Lam dalam lafal اِنْ لَمْ.

Contoh Nun Mati ( نْ ) bertemu Roo’ ( ر )

مِنْ رَبِّكَ dibaca MIRROBBIKA dan tidak dibaca MIN-ROBBIKA, bunyi Nun Mati pada kata مِنْ diidghamkan menjadi satu dengan Ro’ dalam satu lafal رَبِّكَ. Contoh Bacaan Idgham Bilaghunnah dalam Al Quran, antara lain:

Nun Mati Bertemu Huruf Idgham Bilaghunnah
Nun Mati Bertemu Huruf Idgham Contoh Bacaan
نْ  bertemu ل لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ
نْ  bertemu ر مِنْ رَحِيْقٍ
Tanwin Bertemu Huruf Idgham Bilaghunnah
Tanwin Bertemu Huruf Idgham Contoh Bacaan
ـٍ   bertemu   ر شَيْطَانٍ رَجِيْمٍ
ـٌ   bertemu  ل خَيْرٌ لَكَ

Iqlab ( أِقْلاَبْ )

Iqlab menurut bahasa artinya adalah menukar atau mengganti, sedangkan menurut istilah iqlab artinya adalah nun mati atau tanwin yang bertemu huruf iqlab maka membacanya diserta dengan mendengung.

Hukum iqlab adalah apabila Nun Mati atau Tanwin bertemu huruf Ba’ ( ب ). Cara membacanya dengan menyuarakan Nun Mati ( نْ ) atau Tanwin menjadi suara Mim ( م ), dengan menerapkan dua bibir serta mendengung.

Contoh Bacaan Iqlab Nun Mati bertemu Ba’

اَنْ بُوْرِكَ tidak boleh dibaca AN-BUURIKA, tetapi harus dibaca AMMBUURIKA.

Contoh Bacaan Iqlab Tanwin bertemu Ba’

اَمَدًا بَعِيْدًا tidak dibaca AMADAN-BA ‘IIDAN tetapi harus dibaca AMADAMMBA’IIDAN.

Contoh Bacaan Iqlab Nun Mati Bertemu Ba’ dalam Al Quran

Nun Mati Bertemu Ba’ Contoh Bacaan
نْ  bertemu ب  لَيُنْبَذَنَّ
نْ  bertemu ب  مِنْ بَعْدِ
نْ  bertemu ب  مَنْ بَخِلَ

Contoh Bacaan Iqlab Tanwin Bertemu Ba’ dalam Al Quran

Tanwin Bertemu Ba’ Contoh Bacaan
ـٍ   bertemu  ب  كِرَامٍ بَرَرَةٍ
ـٌ   bertemu  ب  حِلٌّ بِهٗذَالْبَلَدِ
ـً   bertemu  ب  لَنَسْفَعًا بِالنَّاصِيَةِ

Ikhfa ( أِخْفَاءْ )

Ikhfa menurut bahasa artinya adalah menyamarkan. Sedangkan menurut istilah ikhfa artinya adalah mengeluarkan bunyi atau lafal dengan cara disamarkan. Dalam ilmu tajwid pembagian hukum ikhfa ada 2, yaitu:

  1. Ikhfa Haqiqi ( أِخْفَاءْ حَقِيْقِى )
  2. Ikhfa Syafawi ( أِخْفَاءْ شَفَوِى )

Namun dalam artikel ini mimin akan membahas hukum Ikhfa Haqiqi ( أِخْفَاءْ حَقِيْقِى ) karena termasuk hukum nun mati dan tanwin, sedangkan hukum Ikhfa Syafawi ( أِخْفَاءْ شَفَوِى ) adalah masuk dalam hukum mim mati atau sukun.

Ikhfa Haqiqi ( أِخْفَاءْ حَقِيْقِى )

Ikhfa menurut bahasa artinya adalah menyembunyikan atau menyamarkan. Sedangkan Haqiqi menurut bahasa artinya adalah sungguh – sungguh atau benar – benar.

Jadi disimpulkan bahwa Ikhfa Haqiqi artinya adalah membunyikan suara lafal dengan cara menyamarkan bacaan dengan sungguh – sungguh yaitu antara bacaan Izhar ( jelas ) dengan bacaan Idgham ( mendengung ).

Hukum Ikhfa Haqiqi adalah apabila Nun Mati atau Tanwin bertemu salah satu huruf hijaiyah, selain huruf Izhar Halqi, Idgham Bighunnah, Idgham Bilaghunnah dan Iqlab.

Huruf huruf Ikhfa terdiri dari 15 huruf hijaiyah, antara lain:

Kaf ( ك ), Qof ( ق ), Fa’ ( ف ), Dho’ ( ظ ), Tho’ ( ط ), Dlod ( ض ), Shod ( ص ), Syin ( ش ), Sin ( س ), Za’ ( ز ), Dzal ( ذ ), Dal ( د ), Jim ( ج ), Tsa’ ( ث ), Ta’ ( ت )

Huruf Ikhfa ini tersusun dalam syair

صِفْ, ذَا, ثَنَا, كَمْ, جَادَ, شَخْصٌ, قَدْسَمَا, دُمْ, طَيِّبًا, زِدْ, فِى, تُقًى, ضَعْ, ظَالِمًا

Cara membaca bacaan Ikhfa Haqiqi adalah suara Nun maupun Tanwin masih tetap terdengar tetapi samar – samar antara Izhar dengan Idgham, kemudian menyambung dengan makhroj huruf berikutnya.

Hukum ikhfa terdengar seperti bunyi “NG” jika nun sukun atau tanwin bertemu dengan ظ ف ق ك ز dan ada kalanya mirip suara “NY dan NG” jika bertemu ث ذ س ش .

Selain itu, ada kalanya seperti bunyi “NY” ketika bertemu huruf ج dan juga ada kalanya tetap berbunyi huruf ن ketika bertemu dengan huruf ض ط د ت.

Contoh Bacaan Ikhfa Haqiqi dan Cara Membacanya

1. Lafal مِنْكُمُ tidak boleh dibaca MIN-KUM, tetapi harus dibaca MINNGKUM dengan samar atau dengung, karena suara Nun Mati menyambung dengan huruf Kaf.

2. Lafal لِمَنْ شَآءَ tidak dibaca LIMAN-SYAAA, tetapi harus dibaca LIMANNSYAAA.

3. Lafal اَنْ جَآءَ tidak dibaca AN-JAAA, tetapi harus dibaca ANNY-JAAA.

4. Lafal مِنْ طِيْنْ harus dibaca MINN-THIIN, tidak boleh dibaca MIN-THIIN.

Contoh Nun Mati Bertemu Huruf Ikhfa Haqiqi dalam Al Quran
Nun Mati نْ Contoh Bacaan
نْ  bertemu  ت وَلَآاَنْتُمْ
نْ  bertemu  ث مَنْ ثَقَلَتْ
نْ  bertemu  ج مِنْ جُوْعٍ
نْ  bertemu  د مَنْ دَسَّاهَا
نْ  bertemu  ذ فَنْ ذَرْتُكُمْ
نْ  bertemu  ز اَنْزَلْنَا
نْ  bertemu  س مِنْ سِجِّيْلٍ
نْ  bertemu  ش مِنْ شَرِّ
نْ  bertemu  ص فَانْصَبْ
نْ  bertemu  ض مَنْضُوْدٍ
نْ  bertemu  ط عَنْ طَبَقٍ
نْ  bertemu  ظ اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ
نْ  bertemu  ف مُنْفَكِّيْنَ
نْ  bertemu  ق اَنْقَضَ
نْ  bertemu  ك اِنْ كَانَ
Contoh Tanwin Bertemu Huruf Ikhfa Haqiqi dalam Al Quran
Tanwin Contoh Bacaan
ـً  bertemu ت نَرًا تَلَظَّى
ـٍ  bertemu  ث مُطَاعٍ ثَمَّ اَمِيْن
ـً  bertemu ج حُبًّا جَمًّا
ـً  bertemu د دَكًّا دَكًّا
ـٍ  bertemu ذ يَوْمٍ ذِيْ مَسْغَبَةٍ
ـٍ  bertemu ز يَوْمَئِذٍ زُرْقًا
ـً  bertemu س شَيْئٍ شَهِيْد
ـٍ  bertemu ش شَيْئٍ شَهِيْد
ـً  bertemu ص صَفًّا صَفًّا
ـً  bertemu ض قَوْمًا ضَآلِّيْنَ
ـً  bertemu ط قَوْمًا طَاغِيْنَ
ـً  bertemu ظ قَوْمًا ظَالِمِيْنَ
ـٌ  bertemu ف لَقُوْلٌ فَصْلٌ
ـٍ  bertemu ق ذَنْبٍ قُتِلَتْ
ـٍ  bertemu ك نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ

Demikianlah pembahasan mengenai hukum nun mati dan tanwin yang dapat mimin bagikan. Mudah – mudahan dengan adanya artikel tentang hukum nun sukun atau tanwin ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda dalam belajar ilmu tajwid. Akhir kata sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.