Saktah: Arti, Contoh Waqaf Saktah dan Cara Membaca Bacaan Saktah

Bismillaahirrohmaanirrohiim. Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Selamat datang di lafalquran.com. Bagaimana kabar sahabat lafalquran hari ? Mudah-mudahan sehat selalu dan murah rejekinya. Amiin.

Pada kesempatan kali ini mimin hendak menuliskan artikel mengenai ilmu tajwid yaitu tentang bacaan saktah. Belajar tajwid agar bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar salah satunya yaitu harus mengerti tanda baca saktah dan cara membacanya.

Pada artikel kali ini mimin akan mengulas tentang pengertian saktah, beberapa contoh bacaan saktah atau contoh waqaf saktah yang terkandung didalam Al Qur’an. Baiklah langsung saja berikut pengertian saktah adalah: contoh waqaf saktah disertai cara membaca bacaan saktah.

Baca Juga :

Pengertian Saktah ( سكتة ) dan Tanda Baca Saktah

Menurut bahasa saktah berasal dari bahasa arab ( سكت – يسكت –سكوتا ) yang berarti diam sejenak atau berhenti sejenak, atau dapat dimaksud juga dengan arti menahan (Al Man’u).

Sedangkan menurut istilah pengertian saktah adalah diam sejenak yaitu sekitar 2 harokat yang bertujuan untuk memisahkan suara lafal dengan lafal selanjutnya dengan tidak memutuskan atau berganti nafas dalam artian masih dalam satu hembusan nafas.

Di dalam Al Qur’an tanda baca saktah ditandai diatas lafal yaitu dengan tanda baca seperti berikut: ( سكتة ) dan ( س )

Contoh Bacaan Waqaf Saktah

Waqaf saktah atau bacaan saktah di dalam Al Qur’an ada 4 tempat yang harus dibaca saktah, yaitu:

Bacaan Saktah dalam Surat Al-Muthoffifin Ayat 14

كَلَّا بَلْ ۜرَانَ

Cara Membacanya :
Harus berhenti sejenak sekitar 2 harokat tanpa mengambil nafas setelah membaca lafal ( بَلْ ) karena pada lafal tersebut diatasnya diikuti tanda baca saktah ( س ), setelah itu dilanjutkan membaca lafal berikutnya.

Maksud untuk berhenti sejenak adalah agar lafal tersebut tidak berubah dalam pelafalannya, jika lafal tersebut diteruskan akan menjadi lafal ( بَرَّانَ ), yang nantinya akan merubah arti dan hukum bacaan tajwidnya.

Bacaan Saktah dalam Surat Al-Qiyamah Ayat 27

وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٍ

Cara Membacanya :
Sama seperti cara sebelumnya, yaitu harus diam sejenak sekitar 2 harokat tanpa menghirup nafas kemudian dilanjutkan dengan membaca lafal selanjutnya.

Maksud untuk berhenti yaitu juga sama dengan lafal pada surat Al Muthoffifin ayat 14, agar pelafalan dan artinya tidak berubah serta tidak mengubah hukum bacaan tajwidnya.

Bacaan Saktah dalam Surat Yasin Ayat 52

 مِنْ مَّرْقَدِنَا ۜهٰذَا

Cara Membacanya :
Meskipun pada saat membaca lafal ( قَدِنَا ) dan diteruskan membaca lafal ( هٰذَا ) tanpa berhenti sejenak, itu tidak akan merubah hukum bacaan tajwidnya. Tetapi maksud atau arti berhenti adalah untuk menjelaskan bahwa perkataan orang kafir berhenti pada lafal ( قَدِنَا ) dan lafal ( هٰذَا ) adalah perkataan dari malaikat.

Jadi dapat disimpulkan bahwa berhenti sejenak adalah untuk memisakan antara perkataan orang kafir dan perkataan malaikat.

Cara membaca bacaan saktah pada lafal tersebut ada dua, yaitu waqaf dan washol. Jika dengan cara washol yaitu setelah membaca lafal ( قَدِنَا ) harus berhenti sejenak sekitar 2 harokat dan masih dalam satu hembusan nafas, kemudian membaca lafal berikutnya.

Jika membacanya dengan cara waqof, maka setelah membaca lafal ( قَدِنَا ) harus berhenti. Karena dilafal tersebut ada waqaf waqfu aula (  ۗ  ) yang berarti lebih baik waqaf (berhenti).

Bacaan Saktah dalam Surat Al-Kahfi Ayat 1

عِوَجًا ۜ (١) قَيِّمًا

Cara Membacanya :
Pada lafal tersebut terdapat bacaan saktah ( س ) dan terletak pada akhir ayat. Cara membacanya yaitu ada dua, boleh dibaca saktah ( سكتة ) dan dibaca waqof.

Maksud dibaca saktah dalam lafal tersebut adalah karena lafal ( عِوَجَا ) yang artinya bengkok dan jika diteruskan dengan membaca lafal ( قَيِّمًا ) yang artinya lurus, maka akan menjadikan arti yang tidak berkaitan sama sekali.

Tafsir ayat pertama dalam surat al kahfi yaitu bahwa Allah SWT menurunkan Al Qur’an kepada hamba-Nya dan tidak mengadakan kebengkokan didalamnya, sedangkan jika tidak dibaca saktah atau waqof maka memiliki arti yang tidak berkaitan dengan arti sebelumnya, yaitu antara arti bengkok dan arti lurus.

Demikianlah pembahasan dalam ilmu tajwid kali ini. Mudah – mudahan dengan adanya artikel ini dapat menambah ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.