حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ وَعُثْمَانُ ابْنَا أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ ابْتَاعَ طَعَامًا فَلَا يَبِعْهُ حَتَّى يَكْتَالَهُ زَادَ أَبُو بَكْرٍ قَالَ قُلْتُ لِابْنِ عَبَّاسٍ لِمَ قَالَ أَلَا تَرَى أَنَّهُمْ يَتَبَايَعُونَ بِالذَّهَبِ وَالطَّعَامُ مُرَجًّى : سنن أبي داوود {٣٠٣٣}
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr serta Utsman keduanya adalah anak Abu Syaibah, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Ibnu Thawus dari Ayahnya dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa membeli makanan, maka janganlah ia menjualnya hingga menakarnya.” Abu Bakr menambahkan: “Ia berkata: “Kemudian aku sampaikan kepada Ibnu Abbas, ia pun berkata: “Tidakkah engkau melihat bahwa mereka melakukan jual beli dengan emas, sementara makanan tersebut tertunda (belum diserahkan).” { Sunan Abu Daud 3033 }