Hadits Shahih Bukhari Nomor 2315 (Kitab Asy-Syirkah)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ إِنَّمَا جَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشُّفْعَةَ فِي كُلِّ مَا لَمْ يُقْسَمْ فَإِذَا وَقَعَتْ الْحُدُودُ وَصُرِّفَتْ الطُّرُقُ فَلَا شُفْعَةَ : صحيح البخاري {٢٣١٥}

Telah menceritakan kepada saya ‘Abdullah bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Hisyam telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Az Zuhriy dari Abu Salamah dari Jabir bin ‘Abdullah radliyallahu ‘anhuma berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menetapkan Asy-Syuf’ah pada setiap tanah yang belum dibagi. Apabila sudah terdapat batasan-batasan dan jalan yang terpisah maka tidak ada syuf’ah lagi. { Shahih Bukhari 2315 }

Tinggalkan komentar