Hadits Shahih Bukhari Nomor 2056 (Kitab Jual Beli)

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ ثَمَرِ التَّمْرِ حَتَّى يَزْهُوَ فَقُلْنَا لِأَنَسٍ مَا زَهْوُهَا قَالَ تَحْمَرُّ وَتَصْفَرُّ أَرَأَيْتَ إِنْ مَنَعَ اللَّهُ الثَّمَرَةَ بِمَ تَسْتَحِلُّ مَالَ أَخِيكَ : صحيح البخاري {٢٠٥٦}

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Ja’far dari Humaid dari Anas radliyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang menjual buah kurma hingga sempurna. Kami bertanya kepada Anas: “Apa tanda sempurnanya?” Dia menjawab: “Apabila menjadi memerah dan menguning. Bagaimana pendapatmu jika Allah menghalangi buah hanya karena kamu menghalalkan harta saudaramu?” { Shahih Bukhari 2056 }

Tinggalkan komentar