Lafadz Bacaan Adzan dan Iqomah Arab Latin dan Artinya

Bismillaahirrahmaanirrahiim. Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Alhamdulillah pada hari ini kita masih diberi kenikmatan oleh Allah SWT berupa sehat jasmani dan rohani. Yang mana, rasa syukur kita gunakan untuk beribadah kepada-Nya.

Pada pembahasan kali ini mimin hendak menerangkan bab tentang adzan dan iqamah. Termasuk hukum adzan, lafal atau bacaan adzan, doa setelah adzan, lafal iqamah, menjawab adzan dan iqamah serta syarat muadzin.

Adzan dan Iqamah

Adzan artinya adalah memberitahukan untuk melaksanakan shalat fardhu, yaitu kata seruan bahwa waktu shalat telah tiba. Orang yang mengumandangkan adzan disebut muadzin.

Iqamah menurut bahasa artinya adalah mendirikan, yaitu lafal atau kata untuk menandakan bahwa shalat akan segera dimulai atau didirikan.

Mengumandangkan adzan dan iqamah disunnahkan dengan suara yang keras, dengan posisi berdiri dan menghadap kiblat.

Hukum Adzan dan Iqamah

Adzan dan Iqamah hukumnya adalah sunnah mu’akkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan. Mengumandangkan adzan sunnah dilakukan baik untuk melaksanakan shalat berjamaah maupun sendirian.

Bacaan Adzan

Berikut ini adalah lafal adzan bahasa arab teks latin dan artinya.

اَللّٰهُ اَكْبَرُ اَللّٰهُ اَكْبَرُ ۲x Allaahu Akbar Allaahu Akbar (2x)“Allah Maha Besar Allah Maha Besar” (2x)

أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ ۲x Asyhadu Allaaa Illaaha Illallaah (2x) “Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah” (2x)

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ ۲x Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah (2x)“Aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah” (2x)

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ۲x Hayya ‘alash Shalaah (2x)“Marilah shalat” (2x)

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ۲x Hayya ‘alal Falaah (2x)“Marilah mencapai kemenangan” (2x)

اَللّٰهُ اَكْبَرُ اَللّٰهُ اَكْبَرُ ۱x Allaahu Akbar Allaahu Akbar (1x)“Allah Maha Besar Allah Maha Besar” (1x)

لَآ اِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ ۱xLaaailaaha Illallaah (1x) “Tiada Tuhan selain Allah” (1x)

Bacaan Adzan Subuh

Tulisan diatas adalah bacaan untuk adzan pada waktu sebelum shalat dhuhur, ashar, magrib dan asya’. Apabila hendak mengumandangkan adzan subuh, setelah kalimat Hayya ‘alal falaah ditambah dengan membaca lafal berikut.

اَلصَّلَاةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ ۲xAsh Shalaatu Khairum Minan-nauum (2x) “Shalat lebih baik daripada tidur” (2x)

Kemudian dilanjutkan membaca lafal Allaahu Akbar Allaahu Akbar dan Laaailaaha Illallaah.

Doa Setelah Adzan

Setelah selesai mendengarkan adzan, kita hendaknya membaca doa setelah adzan yaitu sebagai berikut.

اللهم رَبَّ هٰذِهِ الدَّعْوَةِ التَّآمَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَآئِمَةِ اٰتِ مُحَمَّدَانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَالشَّرَفَ وَالدَّرَجَةَ الْعَالِيَةَ الرَّفِيْعَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًامَحْمُوْدَانِ الَّذِىْ وَعَدْتَهُ اِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَAllaahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wasshalaatil qaaimah, aati sayyidina muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wasysyarafa waddarajatal ‘aaliyatarrafii’ah wab’atshu maqaamam mahmuudanil ladzii wa’adtah, innaka laa tukhliful mii’aad, yaa arhamar raahimiinArtinya : ” Ya Allah ! Tuhan dari seruan yang amat sempurna ini, dan shalat yang akan ditunaikan, berikanlah kepada Nabi Muhammad perantara keutamaan, kemulyaan dan derajat yang tinggi dan tempatkanlah beliau di tempat yang terpuji yang telah engkau janjikan.”

Bacaan Iqomah

اَللّٰهُ اَكْبَرُ اَللّٰهُ اَكْبَرُ ۱x Allaahu Akbar Allaahu Akbar (1x)“Allah Maha Besar Allah Maha Besar” (1x)

أَشْهَدُ اَنْ لَآ اِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ ۱x Asyhadu Allaaa Illaaha Illallaah (1x) “Aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah” (1x)

اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ ۱x Asyhadu Anna Muhammadar Rasuulullah (1x)“Aku bersaksi, bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah” (1x)

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ ۱x Hayya ‘alash Shalaah (1x)“Marilah shalat” (1x)

حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ ۱x Hayya ‘alal Falaah (1x)“Marilah mencapai kemenangan” (1x)

قَدْ قَا مَتِ الصَّلَاةُ ۲xQad Qaamatish Shalaah (2x) “Telah masuk waktu shalat” (2x)

اَللّٰهُ اَكْبَرُ اَللّٰهُ اَكْبَرُ ۱x Allaahu Akbar Allaahu Akbar (1x)“Allah Maha Besar Allah Maha Besar” (1x)

لَآ اِلٰهَ اِلَّااللّٰهُ ۱xLaaailaaha Illallaah (1x) “Tiada Tuhan selain Allah” (1x)

Menjawab Adzan dan Iqamah

Berikut ini adalah bagaimana cara menjawab adzan dan cara menjawab iqamah yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW.

Menjawab Adzan

Menjawab adzan saat dikumandangkan merupakan kesunnahan dalam hadits Rasulullah yaitu dalam Hadits Riwayat Bukhari & Muslim.

Jika kalian mendengar orang yang sedang adzan, maka ucapkanlah sebagaimana apa yang muadzin ucapkan.” (HR. Bukhari & Muslim)

Kecuali pada kalimat “Hayya ‘alash Shalaah” dan “Hayya ‘alal Falaah”, maka cara menjawabnya dengan mengucapkan.

لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِااللّٰهِLaa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaah“Tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali dengan kehendak Allah.”

Sedangkan pada saat muadzin mengucapkan kalimat “Ash Shalaatu Khairum Minan-nauum” yaitu ketika kita mendengarkan adzan subuh, maka sunnah menjawab dengan mengucapkan.

صَدَقْتَ وَبَرَرْتَ وَاَنَا عَلَى ذَلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَShadaqta Wa Bararta Wa Anaa ‘Alaa Dzalika Minasy-syahidiin“Benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan.”

Menjawab Iqamah

Ketika kita mendengar muadzin sedang mengumandangkan iqamah atau qomat, maka jawablah sama seperti apa yang muadzin ucapkan, kecuali pada kalimat “Qad Qaamatish Shalaah”, maka jawablah dengan mengucapkan.

أَقَامَهَا اللّٰهُ واَدَامَهَا وَجَعَلَنَا مِنْ صَالَحِى أَهْلِهَاAqaamahallahu Wa Adaamahaa Wa Ja’alanii Min Shaalihi Ahlihaa“Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekalnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini golongan orang yang sebaik-baiknya ahli shalat.”

Syarat – Syarat Muadzin

Berikut merupakan syarat – syarat utama seorang muadzin, diantaranya adalah.

  1. Beragama islam
  2. Laki-laki
  3. Berakal sehat

Selain syarat utama diatas, berikut juga merupakan sunnah – sunnah seorang muadzin.

  1. Suci dari hadas, baik hadas kecil maupun hadaz besar
  2. Mengumandangkan adzan dalam keadaan berdiri dan menghadap kiblat
  3. Melantunkan adzan dengan suara yang keras atau nyaring dan merdu
  4. Berdiri ditempat yang tinggi agar suaranya terdengar lebih jauh
  5. Membaca shalawat setelah adzan kemudian berdoa

Demikianlah mengenai bab tentang adzan dalam pos kali ini. Mudah-mudahan dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua. Akhir kata sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.