Hadits Shahih Bukhari Nomor 2334

عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي مُرَاوِحٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ قُلْتُ فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَعْلَاهَا ثَمَنًا وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا قُلْتُ فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ قَالَ تُعِينُ ضَايِعًا أَوْ تَصْنَعُ لِأَخْرَقَ قَالَ فَإِنْ لَمْ أَفْعَلْ قَالَ تَدَعُ النَّاسَ مِنْ الشَّرِّ فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَلَى نَفْسِكَ : صحيح البخاري {٢٣٣٤}

Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaidullah bin Musa dari Hisyam bin ‘Urwah dari bapaknya dari Abu Murawih dari Abu Dzar radliyallahu ‘anhu berkata: Aku bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, amal apakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Iman kepada Allah dan jihad di jalan-Nya.” Kemudian aku bertanya lagi: “Pembebasan budak manakah yang paling utama?” Beliau menjawab: “Yang paling tinggi harganya dan yang paling berharga di hati tuannya.” Aku katakan: “Bagaimana kalau aku tidak dapat mengerjakannya?” Beliau berkata: “Kamu membantu orang yang telantar atau orang bodoh yang tak mempunyai keterampilan.” Aku katakan lagi: “Bagaimana kalau aku tidak dapat mengerjakannya?” Beliau berkata: “Kamu hindari manusia dari keburukan karena yang demikian berarti shadaqah yang kamu lakukan untuk dirimu sendiri.” { Shahih Bukhari 2334 }

Tinggalkan komentar