حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ الْمُكْتِبُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلًا أَعْتَقَ غُلَامًا لَهُ عَنْ دُبُرٍ فَاحْتَاجَ فَأَخَذَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يَشْتَرِيهِ مِنِّي فَاشْتَرَاهُ نُعَيْمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بِكَذَا وَكَذَا فَدَفَعَهُ إِلَيْهِ : صحيح البخاري {١٩٩٧}
Telah menceritakan kepada kami Bisyir bin Muhammad telah mengabarkan kepada kami ‘Abdullah telah mengabarkan kepada kami Al Husain Al Muktib dari ‘Atho’ bin Abu Ribah dari Jabir bin ‘Abdullah radliyallahu ‘anhu bahwa Ada seorang laki-laki membebaskan seorang budak dengan syarat asalkan dirnya telah meninggal (mudabbar). Maka budak tersebut diambil oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu Beliau berkata: “Siapa yang mau membeli dariku?” Maka budak itu kemudian dibeli oleh Nu’aim bin ‘Abdullah seharga sekian dan sekian, lalu Beliau memberikan uang itu kepada orang laki-laki tadi. { Shahih Bukhari 1997 }