Hadits Shahih Bukhari Nomor 1223 (Kitab Jenazah)

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ أَخَذَ عَلَيْنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ الْبَيْعَةِ أَنْ لَا نَنُوحَ فَمَا وَفَتْ مِنَّا امْرَأَةٌ غَيْرَ خَمْسِ نِسْوَةٍ أُمِّ سُلَيْمٍ وَأُمِّ الْعَلَاءِ وَابْنَةِ أَبِي سَبْرَةَ امْرَأَةِ مُعَاذٍ وَامْرَأَتَيْنِ أَوِ ابْنَةِ أَبِي سَبْرَةَ وَامْرَأَةِ مُعَاذٍ وَامْرَأَةٍ أُخْرَى : صحيح البخاري {١٢٢٣}

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin ‘Abdul Wahhab telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Muhammad dari Ummu ‘Athiyyah radliyallahu ‘anha berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengambil sumpah setia dari kami ketika kami berbai’at yaitu kami dilarang meratap. Maka tidak ada yang bisa memenuhi itu selain lima orang wanita: Ummu Sulaim, Ummu Al ‘Ala`i, puteri Abu Sabrah yakni isterinya Mu’adz, dan dua orang wanita -atau puteri Abu Sabrah, isterinya Mu’adz, dan seorang wanita lain.-” { Shahih Bukhari 1223 }

Tinggalkan komentar