حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ عَنْ زَيْدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ خِشْفِ بْنِ مَالِكٍ الطَّائِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي دِيَةِ الْخَطَإِ عِشْرُونَ حِقَّةً وَعِشْرُونَ جَذَعَةً وَعِشْرُونَ بِنْتَ مَخَاضٍ وَعِشْرُونَ بِنْتَ لَبُونٍ وَعِشْرُونَ بَنِي مَخَاضٍ ذُكُرٍ وَهُوَ قَوْلُ عَبْدِ اللَّ : سنن أبي داوود {٣٩٣٩}
Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata: telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid berkata: telah menceritakan kepada kami Al Hajjaj dari Zaid bin Jubair dari Khisyf bin Malik Ath Tha`i dari Abdullah bin Mas’ud ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang pembunuhan yang tidak sengaja: “Dua puluh hiqqah, ditambah dua puluh jadz’ah, ditambah dua puluh anak unta betina makhadl, ditambah dua puluh anak unta betina labun, dan dua puluh anak unta jantan makhadl.” Ini adalah perkataan Abdullah. { Sunan Abu Daud 3939 }