حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ جَارِيَةً وُجِدَتْ قَدْ رُضَّ رَأْسُهَا بَيْنَ حَجَرَيْنِ فَقِيلَ لَهَا مَنْ فَعَلَ بِكِ هَذَا أَفُلَانٌ أَفُلَانٌ حَتَّى سُمِّيَ الْيَهُودِيُّ فَأَوْمَتْ بِرَأْسِهَا فَأُخِذَ الْيَهُودِيُّ فَاعْتَرَفَ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرَضَّ رَأْسُهُ بِالْحِجَارَةِ : سنن أبي داوود {٣٩٣١}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir berkata: telah menceritakan kepada kami Hammam dari Qatadah dari Anas berkata: “Seorang budak wanita ditemukan dalam keadaan kepalanya terhimpit antara dua batu, maka ditanyakan kepadanya: “Siapa yang melakukan ini kepadamu? Apakah si fulan yang melakukannya?” Hingga ketika nama seorang Yahudi disebut, dengan kepalanya ia menjawab: “Ya.” Yahudi itu kemudian dijemput dan ia mengakuinya. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintakah agar kepala Yahudi itu juga dipecahkan dengan dihipit antara dua batu.” { Sunan Abu Daud 3931 }