حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ أَنَّ شَرِيكًا وَأَبَا الْأَحْوَصِ وَأَبَا بَكْرِ بْنَ عَيَّاشٍ حَدَّثُوهُمْ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ لَيْسَ عَلَى الَّذِي يَأْتِي الْبَهِيمَةَ حَدٌّ قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَذَا قَالَ عَطَاءٌ و قَالَ الْحَكَمُ أَرَى أَنْ يُجْلَدَ وَلَا يُبْلَغَ بِهِ الْحَدَّ و قَالَ الْحَسَنُ هُوَ بِمَنْزِلَةِ الزَّانِي قَالَ أَبُو دَاوُد حَدِيثُ عَاصِمٍ يُضَعِّفُ حَدِيثَ عَمْرِو بْنِ أَبِي عَمْرٍو : سنن أبي داوود {٣٨٧٢}
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Yunus bahwa Syarik dan Abu Al Ahwash dan Abu bakr bin Ayyasy menceritakan kepada mereka dari Ashim dari Abu Razin dari Ibnu Abbas ia berkata: “Orang yang mensetubuhi binatang tidak ada hukuman hadnya.” Abu Dawud berkata: “Atha juga mengatakan begitu.” Al hakam berkata: “Menurutku ia harus didera, meskipun jumlahnya tidak melebihi hukuman had.” Al Hasan berkata: “Hukumannya sama dengan hukukan pezina.” Abu Dawud berkata: “Hadits Ashim melemahkan hadits Amru bin Abu Amru.” { Sunan Abu Daud 3872 }