حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثيِرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ خَالِدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيِّبِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ أَنَّ طَبِيبًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ضِفْدَعٍ يَجْعَلُهَا فِي دَوَاءٍ فَنَهَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِهَا : سنن أبي داوود {٣٣٧٣}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan dari Ibnu Abu Dzi`b dari Sa’id bin Khalid dari Sa’id bin Al Musayyab dari Abdurrahman bin Utsman bahwa Seorang dokter pernah bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai katak yang ia jadikan sebagai campuran obat. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari membunuhnya. { Sunan Abu Daud 3373 }