حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رِزْمَةَ أَخْبَرَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ حُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِدْتُ أَنَّ عِنْدِي خُبْزَةً بَيْضَاءَ مِنْ بُرَّةٍ سَمْرَاءَ مُلَبَّقَةً بِسَمْنٍ وَلَبَنٍ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ فَاتَّخَذَهُ فَجَاءَ بِهِ فَقَالَ فِي أَيِّ شَيْءٍ كَانَ هَذَا قَالَ فِي عُكَّةِ ضَبٍّ قَالَ ارْفَعْهُ قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا حَدِيثٌ مُنْكَرٌ قَالَ أَبُو دَاوُد وَأَيُّوبُ لَيْسَ هُوَ السَّخْتِيَانِيُّ : سنن أبي داوود {٣٣٢٢}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Aziz bin Abu Rizmah telah mengabarkan kepada kami Al Fadll bin Musa dari Husain bin Waqid dari Ayyub dari Nafi’ dari Ibnu Umar ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Aku berharap memiliki roti putih yang terbuat dari gandum yang dicampur dengan mentega dan susu.” Kemudian seorang laki-laki dari salah seorang mereka berdiri lalu membuatnya kemudian membawanya kepada beliau. Beliau kemudian bertanya: “Di tempat apakah mentega ini sebelumnya?” Laki-laki itu menjawab: “Berada dalam bejana yang terbuat dari kulit biawak.” Beliau bersabda: “Angkatlah makanan tersebut!” Abu Daud berkata: Hadits ini adalah hadits mungkar. Abu Daud berkata: Ayyub bukanlah As Sakhtinyani. { Sunan Abu Daud 3322 }