حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ أَنَّ حَمَّادًا وَعَبْدَ الْوَارِثِ حَدَّثَاهُمْ كُلُّهُمْ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ قَالَ عَنْ حَمَّادٍ وَسَعِيدِ بْنِ مِينَاءَ ثُمَّ اتَّفَقُوا عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُحَاقَلَةِ وَالْمُزَابَنَةِ وَالْمُخَابَرَةِ وَالْمُعَاوَمَةِ قَالَ عَنْ حَمَّادٍ و قَالَ أَحَدُهُمَا وَالْمُعَاوَمَةِ وَقَالَ الْآخَرُ بَيْعُ السِّنِينَ ثُمَّ اتَّفَقُوا وَعَنْ الثُّنْيَا وَرَخَّصَ فِي الْعَرَايَا : سنن أبي داوود {٢٩٥٥}
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Hanbal, telah menceritakan kepada kami Isma’il, dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami Musaddad bahwa Hammad dan Abdul Warits, telah menceritakan kepada mereka, seluruh mereka dari Ayyub, dari Abu Az Zubair, ia berkata: dari Hammad dan Sa’id bin Mina`, dari Jabir bin Abdullah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang muhaqalah (menjual gandum dalam bulirnya dengan gandum yang bersih), dan muzabanah (menjual kurma kering dengan ruthab, dan menjual anggur dengan kismis secara takaran), serta mukhabarah (menyewakan tanah kepada petani dengan upah sebagian hasil bumi seperti sepertiga atau seperempat), dan mu’awamah (menjual buah untuk beberapa tahun sebelum buah tersebut nampak). Hammad berkata: Dan berkata salah satu dari keduanya: Dan Mu’awamah. Sedang yang lainnya mengatakan: “Jual beli sinin.” Kemudian lafazh mereka sama: Dan dari tsunya (mengecualikan sesuatu yang tidak jelas dalam jual beli) dan memberikan keringanan dalam hal ‘araya (menjual ruthab atau anggur di atas pohon dengan kurma atau kismis dengan menaksirnya). { Sunan Abu Daud 2955 }