حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ اسْتَفْتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ أُمِّي مَاتَتْ وَعَلَيْهَا نَذْرٌ لَمْ تَقْضِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْضِهِ عَنْهَا : سنن أبي داوود {٢٨٧٦}
Telah menceritakan kepada kami Al Qa’nabi ia berkata: aku membacakan riwayat kepada Malik dari Ibnu Syihab dari ‘Ubaidullah bin Abdullah dari Abdullah bin Abbas, bahwa Sa’d bin ‘Ubadah telah meminta fatwa kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata: “Sesungguhnya ibuku telah meninggal, dan ia memiliki tanggungan nadzar yang belum ia tunaikan.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Tunaikan nadzar tersebut untuknya!” { Sunan Abu Daud 2876 }