حَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أُخْتِي نَذَرَتْ أَنْ تَمْشِيَ إِلَى الْبَيْتِ فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ لَا يَصْنَعُ بِمَشْيِ أُخْتِكَ إِلَى الْبَيْتِ شَيْئًا : سنن أبي داوود {٢٨٧٤}
Telah menceritakan kepada kami Syu’aib bin Ayyub, telah menceritakan kepada kami Mu’awiya bin Hisyam dari Sufyan dari ayahnya, dari Ikrimah dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhani bahwa Ia berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam: Sesungguhnya saudariku bernadzar untuk berjalan menuju Ka’bah. Kemudian beliau berkata: “Sesungguhnya Allah tidak berbuat sesuatu dengan berjalannya saudarimu ke Ka’bah.” { Sunan Abu Daud 2874 }