حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى وَمُسَدَّدٌ الْمَعْنَى قَالَا حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ الْعَوَّامِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّكْسَكِيِّ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلَا مَرَّتَيْنِ يَقُولُ إِذَا كَانَ الْعَبْدُ يَعْمَلُ عَمَلًا صَالِحًا فَشَغَلَهُ عَنْهُ مَرَضٌ أَوْ سَفَرٌ كُتِبَ لَهُ كَصَالِحِ مَا كَانَ يَعْمَلُ وَهُوَ صَحِيحٌ مُقِيمٌ : سنن أبي داوود {٢٦٨٧}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Isa dan Musaddad secara makna, mereka berkata: telah menceritakan kepada kami Husyaim, dari Al ‘Awwam bin Hausyab dari Ibrahim bin Abdurrahman As Saksaki, dari Abu Burdah dari Abu Musa, ia berkata: Saya mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak hanya sekali atau dua kali, beliau bersabda: “Apabila seorang hamba melakukan amal shalih, kemudian ia terhalang oleh suatu penyakit atau suatu perjalanan maka tercatat baginya seperti amalan shalih yang pernah ia lakukan dalam keadaan sehat dan dalam keadaan mukim.” { Sunan Abu Daud 2687 }