حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ عَبْدِ الْوَاحِدِ حَدَّثَتْنِي أُمُّ جَنُوبٍ بِنْتُ نُمَيْلَةَ عَنْ أُمِّهَا سُوَيْدَةَ بِنْتِ جَابِرٍ عَنْ أُمِّهَا عَقِيلَةَ بِنْتِ أَسْمَرَ بْنِ مُضَرِّسٍ عَنْ أَبِيهَا أَسْمَرَ بْنِ مُضَرِّسٍ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَبَايَعْتُهُ فَقَالَ مَنْ سَبَقَ إِلَى مَاءٍ لَمْ يَسْبِقْهُ إِلَيْهِ مُسْلِمٌ فَهُوَ لَهُ قَالَ فَخَرَجَ النَّاسُ يَتَعَادَوْنَ يَتَخَاطُّونَ : سنن أبي داوود {٢٦٦٩}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar, telah menceritakan kepadaku Abdul Hamid bin Abdul Wahid telah menceritakan kepadaku ummu Janub ninti Numailah dari Ibunya yaitu Suadah binti Jabir, dari Ibunya yaitu ‘Aqilah binti Asmar bin Mudlarris dari ayahnya yaitu Asmar bin Mudlarris ia berkata: Aku datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian kami membai’atnya. Kemudian beliau berkata: “Barangsiapa mendahului menuju sebuah mata air yang belum di dahului seorang muslimpun, maka air tersebut adalah miliknya.” Ia berkata: Kemudian orang-orang saling mendahului. { Sunan Abu Daud 2669 }