Hadits Sunan Abu Daud Nomor 263 (Kitab Thaharah)

سنن أبي داوود ٢٦٣: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ شُعَيْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ رَبِيعَةَ أَنَّهُ كَانَ لَا يَرَى عَلَى الْمُسْتَحَاضَةِ وُضُوءًا عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ إِلَّا أَنْ يُصِيبَهَا حَدَثٌ غَيْرُ الدَّمِ فَتَوَضَّأُ قَالَ أَبُو دَاوُد هَذَا قَوْلُ مَالِكٍ يَعْنِي ابْنَ أَنَسٍ

Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik bin Syu’bah telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Wahb telah mengabarkan kepada kami Al Laits dari Rabi’ah bahwasanya Dia tidak berpendapat bahwa wanita mustahadlah harus berwudhu pada setiap kali shalat kecuali apabila dia berhadats selain darah, maka dia harus berwudhu. Abu Dawud berkata: Ini perkataan Malik bin Anas. { Sunan Abu Daud 263 }

Tinggalkan komentar