حَدَّثَنَا مَنْصُورُ بْنُ أَبِي مُزَاحِمٍ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَسْتَفْتُونَكَ فِي الْكَلَالَةِ فَمَا الْكَلَالَةُ قَالَ تُجْزِيكَ آيَةُ الصَّيْفِ فَقُلْتُ لِأَبِي إِسْحَقَ هُوَ مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَدَعْ وَلَدًا وَلَا وَالِدًا قَالَ كَذَلِكَ ظَنُّوا أَنَّهُ كَذَلِكَ : سنن أبي داوود {٢٥٠٣}
Telah menceritakan kepada kami Manshur bin Abu Muzahim, telah menceritakan kepada kami Abu Bakr, dari Abu Ishaq, dari Al Bara` bin ‘Azib, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Wahai Rasulullah, mereka meminta fatwa kepada engkau mengenai kalalah, apakah kalalah itu?” Beliau berkata: “Cukup bagimu ayat yang turun pada musim panas.” Kemudian aku katakan kepada Abu Ishaq: Ia adalah orang yang mati dan tidak meninggalkan anak dan ayah, ia berkata: Demikianlah mereka meyakini. { Sunan Abu Daud 2503 }