حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ مَسْعَدَةَ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْحَارِثِ حَدَّثَهُمْ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ يَعْنِي الْمُعَلِّمَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي فَقِيرٌ لَيْسَ لِي شَيْءٌ وَلِي يَتِيمٌ قَالَ فَقَالَ كُلْ مِنْ مَالِ يَتِيمِكَ غَيْرَ مُسْرِفٍ وَلَا مُبَادِرٍ وَلَا مُتَأَثِّلٍ : سنن أبي داوود {٢٤٨٨}
Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas’adah, bahwa Khalid bin Al Harits telah menceritakan kepada mereka: telah menceritakan kepada kami Husain Al Mu’allim dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Seseorang datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Aku adalah orang fakir yang tidak memiliki sesuatupun, sementara aku memiliki anak yatim.” Kemudian beliau bersabda: “Makanlah sebagian dari harta anak yatimmu, tetapi janganlah berlebihan, tidak menggunakannya secara mubadzir, dan tidak mengambi harta pokoknya.” { Sunan Abu Daud 2488 }