حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَوَادَةَ الْقُشَيْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ سَمِعْتُ سَمُرَةَ بْنَ جُنْدُبٍ يَخْطُبُ وَهُوَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَمْنَعَنَّ مِنْ سُحُورِكُمْ أَذَانُ بِلَالٍ وَلَا بَيَاضُ الْأُفْقِ الَّذِي هَكَذَا حَتَّى يَسْتَطِيرَ : سنن أبي داوود {١٩٩٩}
Telah menceritakan kepada kami Musaddad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid, dari Abdullah bin Sawadah Al Qusyairi dari ayahnya, saya mendengar Samurah bin Jundab berkhutbah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah Adzannya Bilal dan putih di ufuk yang demikian menghalangi dari sahur kalian hingga cahayanya telah menyebar dan meluas di ufuk.” { Sunan Abu Daud 1999 }