حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ جَعْفَرٍ حَدَّثَهُمْ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ سَعِيدٍ عَنْ مَطَرٍ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ عَنْ قَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ لَا تُلَبِّسُوا عَلَيْنَا سُنَّةً قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى سُنَّةَ نَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِدَّةُ الْمُتَوَفَّى عَنْهَا أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ وَعَشْرٌ يَعْنِي أُمَّ الْوَلَدِ : سنن أبي داوود {١٩٦٤}
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id bahwa Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada mereka. Dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Al Mutsanna, telah menceritakan kepada kami Abdul A’la, dari Sa’id dari Mathar dari Raja` bin Haiwah, dari Qabishah bin Dzuaib dari ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata: “Janganlah kalian kaburkan sunnah atas kami.” -Ibnu Al Mutsanna berkata: “Sunnah Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.”- ‘Iddah wanita yang ditinggal mati suaminya adalah empat bulan sepuluh hari, yang dimaksud adalah Ummu Al Walad (budak wanita yang melahirkan anak tuannya). { Sunan Abu Daud 1964 }