Hadits Sunan Abu Daud Nomor 1941 (Kitab Talak)

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ عَبْدِ الْحَمِيدِ الْبَهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ مُهَاجِرٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ بْنِ السَّكَنِ الْأَنْصَارِيَّةِ أَنَّهَا طُلِّقَتْ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ يَكُنْ لِلْمُطَلَّقَةِ عِدَّةٌ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ حِينَ طُلِّقَتْ أَسْمَاءُ بِالْعِدَّةِ لِلطَّلَاقِ فَكَانَتْ أَوَّلَ مَنْ أُنْزِلَتْ فِيهَا الْعِدَّةُ لِلْمُطَلَّقَاتِ : سنن أبي داوود {١٩٤١}

Telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Abdul Hamid Al Bahrani, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Shalih, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin ‘Ayyasy, telah menceritakan kepadaku ‘Amr bin Muhajir dari ayahnya dari Asma` binti Yazid bin As Sakan Al Anshariyyah bahwa Ia telah dicerai pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan wanita yang dicerai tidak memiliki ‘iddah, kemudian Allah ‘azza wa jalla menurunkan wahyu mengenai ‘iddah karena perceraian ketika Asma` dicerai, ia adalah wanita pertama yang karenanya diturunkan ayat tentang ‘iddah wanita yang dicerai. { Sunan Abu Daud 1941 }

Tinggalkan komentar