حَدَّثَنَا مَخْلَدُ بْنُ خَالِدٍ الشُّعَيْرِيُّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ رَجُلًا حِينَ أَمَرَ الْمُتَلَاعِنَيْنِ أَنْ يَتَلَاعَنَا أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَى فِيهِ عِنْدَ الْخَامِسَةِ يَقُولُ إِنَّهَا مُوجِبَةٌ : سنن أبي داوود {١٩٢٢}
Telah menceritakan kepada kami Makhlad bin Khalid Asy Syu’airi, telah menceritakan kepada kami Sufyan, dari ‘Ashim bin Kulaib dari ayahnya dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan seorang laki-laki, yakni perintahnya ketika dua orang yang saling melaknat agar orang tersebut meletakkan tangannya pada mulutnya pada saat sumpah yang kelima. Beliau berkata: “Sesungguhnya itu yang menentukan.” { Sunan Abu Daud 1922 }