حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ عُبَيْدٍ الطَّائِيُّ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ زَعَمَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ سَهْلُ بْنُ أَبِي حَثْمَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدَاهُ بِمِائَةٍ مِنْ إِبِلِ الصَّدَقَةِ يَعْنِي دِيَةَ الْأَنْصَارِيِّ الَّذِي قُتِلَ بِخَيْبَرَ : سنن أبي داوود {١٣٩٥}
Telah menceritakan kepada Kami Al Hasan bin Muhamad bin Ash Shabbah, telah menceritakan kepada Kami Abu Nu’aim, telah menceritakan kepadaku Sa’id bin ‘Ubaid Ath Thai dari Busyair bin Yasar ia menyangka bahwa seseorang dari kalangan anshar yang dikenal dengan nama Sahl bin Abu Hatsmah telah mengabarkan kepadanya bahwa, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membayar diyahnya dengan seratus unta dari unta zakat, yaitu diyah seorang anshar yang terbunuh di Khaibar. { Sunan Abu Daud 1395 }