حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ الْحُسَيْنِ الدِّرْهَمِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ دَاوُدَ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ بْنِ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ أَنَّ جَرِيرًا بَالَ ثُمَّ تَوَضَّأَ فَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَقَالَ مَا يَمْنَعُنِي أَنْ أَمْسَحَ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ قَالُوا إِنَّمَا كَانَ ذَلِكَ قَبْلَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ قَالَ مَا أَسْلَمْتُ إِلَّا بَعْدَ نُزُولِ الْمَائِدَةِ : سنن أبي داوود {١٣٢}
Telah menceritakan kepada kami Ali bin Husain Ad-Dirhami telah menceritakan kepada kami Ibnu Dawud dari Bukair bin ‘Amir dari Abu Zur’ah bin ‘Amru bin Jarir bahwasanya Jarir pernah buang air kecil, kemudian berwudhu, lalu mengusap bagian atas khufnya dan berkata: “Apakah gerangan yang menghalangiku untuk mengusapnya, padahal aku telah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapnya?” Para sahabat berkata: “Mengusap kedua khuf itu berlaku sebelum turunnya ayat pada surat Al Ma`idah.” Maka dia menjawab: “Aku tidaklah masuk Islam kecuali setelah turunnya surah Al Ma`idah tersebut.” { Sunan Abu Daud 132 }