حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ رَجُلًا مِنْ أَهْلِ الْبَادِيَةِ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَقَالَ بِأُصْبُعَيْهِ هَكَذَا مَثْنَى مَثْنَى وَالْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ : سنن أبي داوود {١٢١١}
Telah menceritakan kepada Kamin Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada Kami Hammam dari Qatadah dari Abdullah bin Syaqiq dari Ibnu Umar bahwa Seorang laki-laki badui bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai shalat malam. Kemudian beliau mengatakan menggunakan jari-jarinya: “Dua, dua, dan witir satu raka’at pada akhir malam.” { Sunan Abu Daud 1211 }