حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَنَّ زَيْدَ بْنَ الْحُبَابِ حَدَّثَهُمْ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كِنَانَةَ مَوْلَى عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي سُفْيَانَ عَنْ عَدِيِّ بْنِ زَيْدٍ قَالَ حَمَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ نَاحِيَةٍ مِنْ الْمَدِينَةِ بَرِيدًا بَرِيدًا لَا يُخْبَطُ شَجَرُهُ وَلَا يُعْضَدُ إِلَّا مَا يُسَاقُ بِهِ الْجَمَلُ : سنن أبي داوود {١٧٤٠}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al ‘Ala` bahwa Zaid bin Al Hubab, telah menceritakan kepada mereka: telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Kinanah mantan budak Utsman bin Affan, telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin Abu Sufyan dari Adi bin Zaid, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat batas bagi Madinah kepada setiap sudut dari Madinah berjarak satu barid (empat farsakh), pohonnya tidak boleh ditebang kecuali yang digunakan untuk menggiring onta. { Sunan Abu Daud 1740 }