حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا النَّهَّاسُ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَهَلَّ الرَّجُلُ بِالْحَجِّ ثُمَّ قَدِمَ مَكَّةَ فَطَافَ بِالْبَيْتِ وَبِالصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَقَدْ حَلَّ وَهِيَ عُمْرَةٌ قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ رَجُلٍ عَنْ عَطَاءٍ دَخَلَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُهِلِّينَ بِالْحَجِّ خَالِصًا فَجَعَلَهَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عُمْرَةً : سنن أبي داوود {١٥٢٦}
Telah menceritakan kepada Kami ‘Ubaidullah bin Mu’adz, telah menceritakan kepadaku ayahku, telah menceritakan kepada Kami An Nahhas, dari ‘Atho` dari Ibnu Abbas dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Apabila seseorang bertalbiyah untuk melakukan haji, kemudian ia datang ke Mekkah, dan melakukan thawaf di Ka’bah serta Shafa dan Marwa, maka sungguh ia telah bertahallul, dan itu adalah umrah.” Abu Daud berkata: hadits tersebut diriwayatkan Ibnu Juraij dari seseorang dari ‘Atha`: para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk Mekkah dengan bertalbiyah untuk melakukan haji secara murni, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikannya umrah. { Sunan Abu Daud 1526 }