حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مَنْصُورٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ أَنَّهُ كَرِهَ الْوُضُوءَ بِاللَّبَنِ وَالنَّبِيذِ وَقَالَ إِنَّ التَّيَمُّمَ أَعْجَبُ إِلَيَّ مِنْهُ : سنن أبي داوود {٧٩}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Manshur dari Ibnu Juraij dari Atha` bahwasanya Dia tidak suka berwudlu dengan susu ataupun sari buah, dan dia berkata: “Sesungguhnya tayammum lebih aku sukai daripadanya.” { Sunan Abu Daud 79 }