Hadits Shahih Bukhari Nomor 862 (Kitab Jum’at)

حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ الْمَاجِشُونُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّ الَّذِي زَادَ التَّأْذِينَ الثَّالِثَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عُثْمَانُ بْنُ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَ كَثُرَ أَهْلُ الْمَدِينَةِ وَلَمْ يَكُنْ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُؤَذِّنٌ غَيْرَ وَاحِدٍ وَكَانَ التَّأْذِينُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ حِينَ يَجْلِسُ الْإِمَامُ يَعْنِي عَلَى الْمِنْبَرِ : صحيح البخاري {٨٦٢}

Telah menceritakan kepada kami Abu Nu’aim berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Abdul ‘Aziz bin Abu Salamah Al Majisyun dari Az Zuhri dari As Sa’ib bin Yazid, bahwa “Sesungguhnya orang yang menambah adzan ketiga pada shalat Jum’at adalah ‘Utsman bin ‘Affan radliyallahu ‘anhu, ketika penduduk Madinah semakin banyak. Dan tidak ada mu’adzin bagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kecuali satu. Dan adzan shalat Jum’at dilaksanakan ketika Imam sudah duduk, yakni duduk di atas mimbar.” { Shahih Bukhari 862 }

Tinggalkan komentar