وَبِهِ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ عَلْقَمَةَ وَالْأَسْوَدِ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فِي شِبْهِ الْعَمْدِ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حِقَّةً وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ جَذَعَةً وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ لَبُونٍ وَخَمْسٌ وَعِشْرُونَ بَنَاتِ مَخَاضٍ : سنن أبي داوود {٣٩٤٤}
dengan sanad itu juga, dari Abu Ishaq dari Alqamah dan Al Aswad, Abdullah berkata Tentang diyat pembunuhan semi sengaja: “Dua puluh lima hiqqah, di tambah dua puluh lima jadz’ah, ditambah dua puluh lima bintu labun dan dua puluh lima bintu makhadl.” { Sunan Abu Daud 3944 }