حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى بْنِ فَارِسٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا ابْنُ فَرُّوخَ أَخْبَرَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ أَخْبَرَنِي ابْنٌ لِقَبِيصَةَ بْنِ ذُؤَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ حُذَيْفَةُ بْنُ الْيَمَانِ وَاللَّهِ مَا أَدْرِي أَنَسِيَ أَصْحَابِي أَمْ تَنَاسَوْا وَاللَّهِ مَا تَرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ قَائِدِ فِتْنَةٍ إِلَى أَنْ تَنْقَضِيَ الدُّنْيَا يَبْلُغُ مَنْ مَعَهُ ثَلَاثَ مِائَةٍ فَصَاعِدًا إِلَّا قَدْ سَمَّاهُ لَنَا بِاسْمِهِ وَاسْمِ أَبِيهِ وَاسْمِ قَبِيلَتِهِ : سنن أبي داوود {٣٧٠٥}
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yahya bin Faris berkata: telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Maryam berkata: telah mengabarkan kepada kami Ibnu Farrukh berkata: telah mengabarkan kepadaku Usamah bin Zaid berkata: telah mengabarkan kepadaku Ibnu Qabishah bin Dzuaib dari Bapaknya ia berkata: Hudzaifah bin Yaman berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apakah para sahabatku lupa atau pura-pura lupa. Demi Allah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan penyeru fitnah hingga berakhirnya masa kehidupan dunia, yang jumlahnya lebih dari tiga ratus orang melainkan beliau menyebutkan kepada kami akan namanya, nama bapak dan kabilahnya.” { Sunan Abu Daud 3705 }