حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ ح و حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ عَنْ وَهْبٍ مَوْلَى أَبِي أَحْمَدَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَهِيَ تَخْتَمِرُ فَقَالَ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ قَالَ أَبُو دَاوُد مَعْنَى قَوْلِهِ لَيَّةً لَا لَيَّتَيْنِ يَقُولُ لَا تَعْتَمُّ مِثْلَ الرَّجُلِ لَا تُكَرِّرُهُ طَاقًا أَوْ طَاقَيْنِ : سنن أبي داوود {٣٥٨٨}
Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb berkata: telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman. (dalam jalur lain disebutkan) Telah menceritakan kepada kami Musaddad berkata: telah menceritakan kepada kami Yahya dari Sufyan dari Habib bin Abu Tsabit dari Wahb -mantan budak (yang telah dimerdekakan oleh) Abu Ahmad- dari Ummu Salamah Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemuinya, sementara ia sedang mengenakan kerudung. Maka beliau bersabda: “Lilitkanlah sekali saja, jangan dua kali lilitan.” Abu Dawud berkata: Makna sabda Nabi: “Lilitkanlah sekali saja, jangan dua kali lilitan” adalah janganlah engkau seperti lelaki memakai imamah (surban yang di lilitkan pada kepala), jangan engkau ulangi berkali-kali.” { Sunan Abu Daud 3588 }