حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَابْنُ مَوْهَبٍ قَالَا حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ اسْتَأْذَنَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْحِجَامَةِ فَأَمَرَ أَبَا طَيْبَةَ أَنْ يَحْجُمَهَا قَالَ حَسِبْتُ أَنَّهُ قَالَ كَانَ أَخَاهَا مِنْ الرَّضَاعَةِ أَوْ غُلَامًا لَمْ يَحْتَلِمْ : سنن أبي داوود {٣٥٨١}
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Ibnu Mauhab keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir berkata bahwasanya Ummu Salamah memohon izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berbekam, maka beliau menyuruh Abu Thaibah untuk membekamnya. Perawi berkata: Aku mengira bahwa Jabir mengatakan: “Abu Thaibah adalah saudara persusuan Ummu Salamah” atau ia mengatakan: “Anak kecil yang belum mimpi basah (balig).” { Sunan Abu Daud 3581 }