حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ مُهَاجِرٍ عَنْ صَفِيَّةَ بِنْتِ شَيْبَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا ذَكَرَتْ نِسَاءَ الْأَنْصَارِ فَأَثْنَتْ عَلَيْهِنَّ وَقَالَتْ لَهُنَّ مَعْرُوفًا وَقَالَتْ لَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ النُّورِ عَمِدْنَ إِلَى حُجُورٍ أَوْ حُجُوزٍ شَكَّ أَبُو كَامِلٍ فَشَقَقْنَهُنَّ فَاتَّخَذْنَهُ خُمُرًا : سنن أبي داوود {٣٥٧٧}
Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Awanah dari Ibrahim bin Muhajir dari Shafiyah binti Syaibah dari ‘Aisyah radliyallahu ‘anha Bahwasanya Ia menyebut-nyebut wanita Anshar, ia memuji dan mengatakan kebaikan kepada mereka. ‘Aisyah berkata: Ketika turun surat An Nuur, mereka masuk ke dalam kamar, atau tempat pakaian -Abu Kamil ragu-, lalu mereka membelah dan menjadikannya sebagai kerudung. { Sunan Abu Daud 3577 }